SUARAAGRARIA.com, Jakarta - Melonjaknya harga kedelai
impor yang membuat pengrajin tahu dan tempe terjepit hanyalah sebagian
kecil fenomena krisis pangan di negara ini. Menyusutnya lahan pertanian
karena alih fungsi merupakan salah satu penyebab utama krisis pangan.
Saatnya pemerintah republik ini menerapkan reformasi agraria dengan
tegas.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Firman Subagio dalam
dialog Polemik bertajuk 'Memble Tanpa Tempe' yang digelar di Warung Daun
Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2012). “Apalagi spekulan bermain
sehingga luas lahan pertanian menjadi kritis,” tegasnya.
"Ada 7,3 hektar yang dikuasai para kelompok yang memang untuk spekulasi.
Padahal ditengarai tanah itu cukup subur untuk ditanami," ujarnya lagi.
Tentu saja faktor tersebut menghambat peningkatan pangan selama ini.
“Belum lagi spekulan kedelai, yang memperparah masalah, pemerintah harus
tegas melawan para spekulan itu,” katanya.
Firman juga berharap kelangkaan pangan ke depan jangan lagi jadi “event
tahunan”. Oleh karena tiu sekali lagi pemerintah harus tegas, yakni
salah satunya berani melakukan revisi UU Agraria.
sumber/
source:
suaraagraria.com